Mengenal Deposito ARO, Non-ARO, dan ARO+: Mana yang Paling Menguntungkan?
Mengenal Deposito ARO, Non-ARO, dan ARO+: Mana yang Paling Menguntungkan?
Saat mengisi formulir pembukaan deposito di bank atau memilih opsi jatuh tempo di aplikasi mobile banking, Anda akan dihadapkan pada pilihan: Non-ARO, ARO Pokok, atau ARO Pokok + Bunga (ARO+).
Bagi nasabah awam, istilah perbankan ini kerap membingungkan. Padahal, kesalahan memilih opsi ini bisa membuat Anda kehilangan potensi keuntungan bunga bergulung (compounding interest) bernilai jutaan rupiah.
Artikel ini mengupas tuntas arti masing-masing opsi jatuh tempo, perbandingan simulasi keuntungan, dan cara memilih instruksi yang paling pas untuk tujuan finansial Anda.
1. Apa Itu ARO (Automatic Roll Over)?
ARO (Automatic Roll Over) adalah instruksi perbankan di mana deposito yang telah mencapai tanggal jatuh tempo akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu (tenor) yang sama tanpa perlu persetujuan atau konfirmasi ulang dari nasabah.
Misalnya: Anda membuka deposito tenor 3 bulan pada tanggal 1 Januari. Dengan ARO, saat tanggal 1 April tiba, deposito Anda akan langsung diperpanjang secara otomatis hingga 1 Juli dengan suku bunga yang berlaku saat tanggal perpanjangan tersebut.
2. Tiga Jenis Opsi Perpanjangan Deposito
1. Non-ARO (Non-Automatic Roll Over)
- Cara Kerja: Deposito otomatis ditutup saat jatuh tempo.
- Nasib Uang: Seluruh modal pokok dan bunga bersih ditransfer kembali ke rekening tabungan induk Anda.
- Kelebihan: Likuiditas terjamin, uang langsung bisa dipakai.
- Kekurangan: Bunga berhenti bekerja saat jatuh tempo. Jika Anda lupa membuka deposito baru, uang akan menganggur di tabungan dengan bunga mendekati nol.
- Cocok Untuk: Dana yang sudah punya jadwal pemakaian pasti (misal bayar uang gedung sekolah anak bulan depan, bayar pajak tahunan, dll).
2. ARO Pokok (Automatic Roll Over Pokok Saja)
- Cara Kerja: Hanya modal pokok yang diperpanjang untuk tenor berikutnya.
- Nasib Bunga: Bunga bersih setiap periode ditransfer ke rekening tabungan nasabah.
- Kelebihan: Memberikan passive income atau cashflow rutin yang bisa ditarik dan dibelanjakan setiap akhir tenor, sementara modal utama tetap aman terkunci.
- Kekurangan: Tidak ada efek pelipatan bunga (compounding), karena pokok deposito tidak bertambah.
- Cocok Untuk: Pensiunan atau nasabah yang mengandalkan bunga deposito untuk biaya hidup bulanan.
3. ARO+ / ARO Bunga (Pokok + Bunga Diperpanjang)
- Cara Kerja: Modal pokok ditambah bunga bersih digabungkan menjadi pokok baru (new principal) untuk tenor berikutnya.
- Nasib Uang: Seluruh bunga bersih langsung diinvestasikan kembali ke dalam deposito.
- Kelebihan: Menghasilkan keuntungan tertinggi berkat efek pelipatan bunga bergulung (compound interest). Setiap periode baru, Anda mendapatkan bunga di atas bunga sebelumnya.
- Kekurangan: Dana tidak bisa ditarik sampai Anda memutuskan untuk mengubah instruksi menjadi Non-ARO.
- Cocok Untuk: Investasi jangka menengah hingga panjang, dana pensiun, dan penumpukan kekayaan (wealth building).
3. Simulasi Perbandingan Keuntungan: Non-ARO vs ARO Pokok vs ARO+
Mari kita bandingkan hasil yang diperoleh dari modal Rp100.000.000 dengan bunga 6,0% p.a. selama periode 3 tahun (36 bulan):
| Skema Pilihan | Modal Akhir Tahun ke-3 | Total Bunga Bersih Diterima | Nilai Akhir Portofolio |
|---|---|---|---|
| Non-ARO (1x saja, lalu mengendap) | Rp100.000.000 | Rp4.800.000 (hanya tahun 1) | Rp104.800.000 |
| ARO Pokok (Bunga ditarik bulanan) | Rp100.000.000 | Rp14.400.000 (Rp4,8 jt × 3) | Rp114.400.000 |
| ARO+ (Bunga Bergulung Majemuk) | Rp115.101.888 | Rp15.101.888 | Rp115.101.888 |
Analisis Hasil:
Dengan memilih ARO+, Anda mendapatkan tambahan keuntungan bersih lebih dari Rp700.000 tanpa perlu menambah modal sepeser pun, murni hasil dari kerja bunga berbunga.
4. Kapan Harus Mengubah Opsi ARO Menjadi Non-ARO?
Jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana tersebut, Anda dapat mengubah instruksi jatuh tempo melalui mobile banking atau customer service bank sebelum tanggal jatuh tempo tiba (biasanya H-1 atau H-3 hari kerja).
Dengan mengubah status menjadi Non-ARO, pada saat tanggal jatuh tempo berakhir, uang pokok dan bunga terakhir Anda akan langsung masuk ke rekening tabungan tanpa terkena denda penalti pencairan dini.
Simulasikan Pilihan ARO Anda di InvestCount
Gunakan fitur simulasi ARO pada Kalkulator Deposito InvestCount untuk melihat proyeksi saldo akhir Anda berdasarkan skema Non-ARO, ARO, dan ARO+ secara interaktif.
Baca Panduan Terkait:
Panduan Deposito Terkait
Cara Menghitung Bunga Deposito Bank (Rumus, Pajak 20% & Contoh Kasus)
Simulasi Deposito Bank 2026: Contoh Bunga 10 Juta, 50 Juta, dan 100 Juta
Daftar Suku Bunga Deposito Bank Tertinggi 2026: Bank Umum vs Bank Digital
Hitung Bunga Deposito Anda Sekarang
Kalkulator gratis, akurat setelah pajak 20%, dan bandingkan suku bunga dari berbagai bank terkemuka.
Coba Kalkulator Gratis