Cara Menghitung Bunga Deposito Bank (Rumus, Pajak 20% & Contoh Kasus)
Cara Menghitung Bunga Deposito Bank (Rumus, Pajak 20% & Contoh Kasus)
Deposito berjangka merupakan salah satu instrumen simpanan dan investasi rendah risiko terpopuler di Indonesia. Dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 Miliar per nasabah per bank, instrumen ini menjadi pilihan utama untuk memarkir dana darurat maupun modal jangka pendek.
Namun, banyak nasabah yang keliru saat memperkirakan keuntungan yang akan diterima. Seringkali bunga yang masuk ke rekening ternyata lebih kecil dari perkiraan awal. Mengapa? Karena suku bunga yang dipublikasikan bank adalah bunga kotor tahunan (p.a. / per annum) dan bunga simpanan di atas Rp7.500.000 dikenakan pajak penghasilan (PPh) final sebesar 20%.
Artikel ini menyajikan panduan lengkap mengenai cara menghitung bunga deposito bank secara manual, formula bulanan vs harian, simulasi riil, hingga trik memaksimalkan imbal hasil.
1. Rumus dan Formula Dasar Bunga Deposito
Dalam industri perbankan Indonesia, ada dua metode umum yang digunakan bank untuk menghitung bunga deposito:
Metode 1: Rumus Berdasarkan Tenor Bulan (Standar Perbankan Umum)
Metode ini paling umum digunakan untuk tenor standar (1, 3, 6, atau 12 bulan):
Bunga Kotor = (Pokok Simpanan × Suku Bunga Per Tahun × Jumlah Bulan) / 12
Potongan Pajak = Bunga Kotor × 20%
Bunga Bersih = Bunga Kotor - Potongan Pajak
Catatan: Suku bunga per tahun dimasukkan dalam bentuk desimal (misal 5% = 0,05).
Metode 2: Rumus Berdasarkan Jumlah Hari Aktual (Exact Day Count)
Beberapa bank modern dan bank digital menggunakan jumlah hari aktual dalam setahun (365 hari):
Bunga Kotor = (Pokok Simpanan × Suku Bunga Per Tahun × Jumlah Hari Tenor) / 365
Potongan Pajak = Bunga Kotor × 20%
Bunga Bersih = Bunga Kotor - Potongan Pajak
Metode ini lazim dipakai pada deposito fleksibel dengan tenor harian (misal 7 hari, 14 hari, atau 30 hari).
2. Aturan Pajak Deposito 20% (PPh Final Pasal 4 Ayat 2)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 131 Tahun 2000 dan Keputusan Menteri Keuangan No. 51/KMK.04/2001:
- Deposito dengan saldo sampai dengan Rp7.500.000: Dikenakan tarif pajak 0% (bebas pajak).
- Deposito dengan saldo di atas Rp7.500.000: Dikenakan PPh Final sebesar 20% dari total bunga kotor yang diperoleh.
Pajak ini bersifat final dan dipotong secara otomatis oleh sistem perbankan saat bunga dibayarkan, sehingga nasabah menerima nominal bersih tanpa perlu menyetor pajak sendiri ke kantor pajak.
3. Contoh Kasus & Simulasi Perhitungan Riil
Mari kita bedah beberapa studi kasus nyata agar Anda memahami perhitungannya secara transparan.
Kasus A: Modal Rp10.000.000 Tenor 1 Bulan (Suku Bunga 6% p.a.)
Banyak nasabah bertanya: "Jika saya menaruh deposito Rp10 juta di bank digital dengan bunga 6% selama 1 bulan, berapa rupiah yang saya dapatkan?"
- Pokok Simpanan: Rp10.000.000
- Suku Bunga: 6% per tahun
- Tenor: 1 bulan
- Pajak: 20% (karena saldo > Rp7,5 juta)
Langkah Perhitungan:
- Bunga Kotor Bulanan:
(Rp10.000.000 × 6% × 1) / 12 = Rp50.000 - Potongan Pajak 20%:
Rp50.000 × 20% = Rp10.000 - Bunga Bersih Diterima:
Rp50.000 - Rp10.000 = Rp40.000 per bulan
Hasil akhir: Pada saat jatuh tempo 1 bulan, total uang Anda menjadi Rp10.040.000.
Kasus B: Modal Rp50.000.000 Tenor 12 Bulan (Suku Bunga 5% p.a.)
- Pokok Simpanan: Rp50.000.000
- Suku Bunga: 5% per tahun
- Tenor: 12 bulan (1 tahun)
Langkah Perhitungan:
- Bunga Kotor Tahunan:
(Rp50.000.000 × 5% × 12) / 12 = Rp2.500.000 - Pajak 20%:
Rp2.500.000 × 20% = Rp500.000 - Bunga Bersih:
Rp2.500.000 - Rp500.000 = Rp2.000.000 per tahun
Jika bunga dicairkan bulanan ke rekening tabungan, maka per bulan Anda menerima:
Rp2.000.000 / 12 = Rp166.666 per bulan (bersih).
Kasus C: Modal Rp100.000.000 Tenor 3 Bulan (Suku Bunga 5.5% p.a.)
- Pokok Simpanan: Rp100.000.000
- Suku Bunga: 5,5% per tahun
- Tenor: 3 bulan
Langkah Perhitungan:
- Bunga Kotor (3 bulan):
(Rp100.000.000 × 5,5% × 3) / 12 = Rp1.375.000 - Pajak 20%:
Rp1.375.000 × 20% = Rp275.000 - Bunga Bersih:
Rp1.375.000 - Rp275.000 = Rp1.100.000 (bersih untuk 3 bulan)
4. Tabel Perbandingan Bunga Bersih Berbagai Nominal & Tenor
Berikut ringkasan simulasi bunga bersih deposito dengan asumsi suku bunga 5% per tahun:
| Nominal Pokok | Tenor | Bunga Kotor | Pajak (20%) | Bunga Bersih | Total Akhir |
|---|---|---|---|---|---|
| Rp5.000.000 | 1 Bulan | Rp20.833 | Rp0 (Bebas Pajak) | Rp20.833 | Rp5.020.833 |
| Rp10.000.000 | 1 Bulan | Rp41.667 | Rp8.333 | Rp33.334 | Rp10.033.334 |
| Rp10.000.000 | 6 Bulan | Rp250.000 | Rp50.000 | Rp200.000 | Rp10.200.000 |
| Rp50.000.000 | 3 Bulan | Rp625.000 | Rp125.000 | Rp500.000 | Rp50.500.000 |
| Rp50.000.000 | 12 Bulan | Rp2.500.000 | Rp500.000 | Rp2.000.000 | Rp52.000.000 |
| Rp100.000.000 | 6 Bulan | Rp2.500.000 | Rp500.000 | Rp2.000.000 | Rp102.000.000 |
| Rp100.000.000 | 12 Bulan | Rp5.000.000 | Rp1.000.000 | Rp4.000.000 | Rp104.000.000 |
Gunakan Kalkulator Deposito InvestCount untuk melakukan simulasi dengan nominal kustom secara langsung.
5. Tiga Model Perpanjangan Deposito: Non-ARO, ARO, dan ARO+
Saat membuka deposito, bank akan menanyakan instruksi jatuh tempo (maturity instruction). Pilihan ini menentukan seberapa besar efek pelipatan bunga (compounding interest) yang bisa Anda raih:
1. Non-ARO (Non-Automatic Roll Over)
Deposito otomatis berakhir saat jatuh tempo. Pokok dan bunga bersih langsung ditransfer ke rekening tabungan induk Anda. Cocok jika dana akan segera digunakan untuk kebutuhan tertentu.
2. ARO Pokok (Automatic Roll Over Pokok)
Hanya modal pokok yang diperpanjang secara otomatis untuk tenor berikutnya. Bunga bersih ditransfer ke rekening tabungan setiap periode perpanjangan.
3. ARO+ / ARO Bunga (Pokok + Bunga Diperpanjang)
Pokok simpanan ditambah bunga bersih digabungkan menjadi pokok baru untuk tenor berikutnya. Ini menciptakan efek bunga bergulung (compound interest) yang menghasilkan imbal hasil lebih tinggi secara geometris.
Pelajari ulasan lengkapnya di artikel kami: Mengenal Deposito ARO, Non-ARO, dan ARO+: Mana yang Paling Menguntungkan?.
6. Tips Memaksimalkan Keuntungan Deposito
- Bandingkan Suku Bunga Antar Bank: Jangan hanya terpaku pada bank tempat rekening tabungan utama Anda berada. Bank digital dan BPR seringkali menawarkan suku bunga yang jauh lebih kompetitif daripada bank konvensional besar.
- Perhatikan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS: Pastikan suku bunga yang Anda pilih tidak melebihi batas penjaminan LPS agar simpanan Anda 100% dijamin pemerintah jika sewaktu-waktu bank mengalami gagal bayar.
- Terapkan Strategi Tangga Deposito (Laddering): Bagi simpanan Anda ke dalam beberapa bilyet dengan tenor berbeda (misal 1, 3, 6, dan 12 bulan) agar Anda tetap memiliki likuiditas rutin setiap bulan tanpa terkena penalti pencairan dini.
- Hitung Return Riil Melawan Inflasi: Selalu kurangkan bunga bersih dengan tingkat inflasi tahunan berjalan. Baca panduan kami tentang Pengaruh Inflasi terhadap Bunga Deposito.
7. Pertanyaan Umum (FAQ) Seputar Perhitungan Deposito
Berapa bunga deposito per bulan untuk saldo 100 juta?
Tergantung suku bunga bank. Jika suku bunga 5% p.a., bunga kotor per bulan adalah Rp416.666. Setelah dipotong pajak 20% (Rp83.333), bunga bersih yang diterima nasabah adalah Rp333.333 per bulan.
Kapan bunga deposito dibayarkan?
Pada deposito Non-ARO, bunga dibayarkan saat jatuh tempo tenor berakhir. Pada beberapa bank, bunga dapat disetel untuk dibayarkan setiap tanggal pembukaan bulanan langsung ke rekening tabungan induk.
Mengapa deposito saya dipotong pajak 20% padahal saya belum punya NPWP?
Pajak bunga deposito adalah PPh Final yang otomatis dipotong oleh sistem bank sesuai regulasi perpajakan Indonesia, tidak bergantung pada pelaporan SPT tahunan pemilik rekening.
Hitung Bunga Bersih Anda Sekarang di InvestCount
Tidak perlu menghitung manual dengan kalkulator fisik. Gunakan Kalkulator Deposito InvestCount untuk menghitung bunga kotor, pajak PPh 20%, bunga bersih, serta membandingkan suku bunga resmi dari berbagai bank terkemuka di Indonesia secara instan dan akurat.
Artikel Terkait yang Wajib Anda Baca:
Panduan Deposito Terkait
Simulasi Deposito Bank 2026: Contoh Bunga 10 Juta, 50 Juta, dan 100 Juta
Daftar Suku Bunga Deposito Bank Tertinggi 2026: Bank Umum vs Bank Digital
Panduan Menggunakan Kalkulator Deposito: Hitung Bunga Bersih Akurat
Hitung Bunga Deposito Anda Sekarang
Kalkulator gratis, akurat setelah pajak 20%, dan bandingkan suku bunga dari berbagai bank terkemuka.
Coba Kalkulator Gratis